Education as recreation of ideal humanity

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita…Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya… (Kejadian 1 : 26a, 27a).

Dalam bahasa Jerman, “pendidikan” biasa diterjemahkan sebagai dan dipahami dalam konteks “Bildung.”

Apa itu Bildung?

Secara cikal bakal, ia dipelopori oleh eister Eckhart (1260 – 1327)seorang teolog dan filsuf mistik Abad Pertengahan Jerman pada abad ke-14. Eckhart sendiri terinspirasi kisah/doktrin penciptaan manusia menurut gambar Allah. Di dalam bahasa Jerman, “gambar Allah” adalah Bild (image, form) Gottens (God). Doktrin Bild (Gottens), diolah Eckhart menjadi Bildung. Terminologi “Bildung” itu sendiri, secara etimologis, dapat ditafsirkan sebagai penciptaan Adamah (אדמה) atau humanitas yang menurut gambar Allah. Oleh karena itu, “pendidikan” dalam tradisi Bildung mula-mula adalah tentang penciptaan ulang kemanusiaan ideal menurut gambar Allah.

Aksi Bildung
Di bawah rezim Geraja Roma Abad Kegelapan, Bildung memiliki peran yang sangat sentral di dalam membangun gerakan proyek pembebasan menuju Pencerahan di Jerman. Secara garis besar, bisa dibilang bahwa para filsuf Pencerahan Jerman berfilsafat di dalam konteks Bildung tetapi tentu dengan cara dan tujuan yang beragam. Misalkan seperti, Moses Mendelssohn (1729-1786), seorang bapak Pencerahan Yahudi, ia bahkan memahami Bildung sebagai “Pencerahan” itu sendiri. Joachim Heinrich Campe (1746-1818), seorang cendekiawan pendidikan, menggumuli Bildung dalam rangka bagaimana pendidikan dapat menunjang pengembangan (Ausbildung) dan penciptaan (Bildung) kewarganegaraan dan peradaban negara modern. Sedangkan Immanuel Kant percaya bahwa Bildung merupakan hal yang mutlak untuk menuju kemanusiaan Pencerahan. Bagi Kant, manusia hanya bisa tercerahkan melalui Bildung.

Gambaran mengenai kemanusiaan ideal saat itu dicipta di dalam orientasi dan kerangka filsafat yang berbeda-beda, yang saling mengkritik dan mengisi satu sama lain. Pun demikian, saat itu ada agenda besar dalam dialog filosofis di Jerman, yaitu agenda pembebasan manusia (Eropa) dari rezim Gereja Abad Pertengahan menuju kemanusaan ideal yang baru, yakni kemanusiaan ideal versi Pencerahan. Jadi Bildung, dalam artian ini, juga sarat dengan semangat eskatologis.

Aspek yang tidak berubah dan tidak berubah
Yang ingin ditegaskan dari paparan singkat diatas adalah bahwa ada aspek yang tidak berubah dan yang berubah dalam Bildung. Yang tidak berubah adalah aspek ‘struktural’-nya, yakni, ia hingga saat ini masih dipahami sebagai aksi merestrukturisasi atau menciptakan (re-creation) kemanusiaan ideal. Sedangkan yang berubah adalah aspek ‘arah’-nya seperti terbesit dalam pertanyaan dan perdebatan mengenai, “Apa itu kemanusiaan ideal? Gambaran mana yang ideal?”

Ada satu hal yang unik dari orang-orang yang berwawasan Bildung, yaitu bahwa struktur pemikiran mereka berkarakter penciptaan atau menciptakan kemanusiaan idealmeski apa itu manusia ideal adalah hal yang terus diperdebatkan.

Bildung dan Paska-humanisme
Di pertengahan abad 20, muncul sebuah gerakan paska-humanis yang secara radikal menggugat (gambaran) kemanusiaan ideal versi humanis yang didasari atas kisah Pencerahan. Paska-humanis mengkritik bahwa setiap gambaran definitif mengenai kemanusiaan ideal yang dibuat oleh humanis sama dengan sebuah kekerasan (violence), yaitu kekerasan terhadap manusia yang tidak sesuai dengan gambaran tersebut. Oleh karena itu, menurut paska-humanis, janganlah kita menggambar kemanusiaan ideal secara definitif seperti humanis modern atau kita akan menyakiti yang lain (the other) yang tak sesuai dengan gambaran ideal yang kita pegang.

Tapi ternyata, para paska-humanis, secara paradoks toh tetap harus memberikan sebuah gambaran kemanusiaan ideal versi paska-humanis itu sendiri. Mereka menawarkan sebuah gambaran kemanusiaan ideal yang tanpa gambar. Bagi mereka, gambaran kemanusiaan yang ideal adalah yang tanpa gambar (definitif). Dengan gambaran tanpa gambar seperti demikian, mereka berharap kita untuk mampu menerima ideal-ideal orang lain tanpa batas.

Terlepas dari setuju atau tidaknya kita dengan gambaran-gambaran tersebut, ada satu hal yang menarik yang ingin ditegaskan sekali lagi disini, yaitu semangat penciptaan atau penggambaran kemanusiaan ideal tetap bersifat struktural di dalam tradisi Bildung. Di Barat, Eropa khususnya, Bildung  seakan bisa menjadi sebuah bahasa, konsep sentral di dalam pendidikan. Pendidikan menjadi sebuah tempat untuk mempelajari, menganalisa, memperdebatkan dan bahkan menggambar gambaran kemanusiaan ideal itu sendiri.

Demikianlah fungsi pendidikan: Ia secara praktis harus menyuburkan semangat pengembangan kemanusiaan ideal karena memang pendidikan adalah salah satu pusat pembentukan manusia. Tapi pada level tertentu, pendidikan juga harus menjadi pusat pengkajian gambaran kemanusiaan ideal tersebut itu sendiri. Ia bukan hanya sebagai tempat untuk membentuk manusia menurut gambaran tertentu, tetapi juga untuk memahami dan menggambar ulang gambaran tersebut. Pendidikan harus terbuka terhadap pertanyaan-pertanyaan sulit dan riil tentang kondisi kemanusiaan agar ia bisa menjadi sebuah studio untuk merenungkan, menggumuli, mempelajari dan menggambar kemanusiaan idealitu sendiri. Hanya dengan demikian, pendidikan mungkin menjadi motor bagi terwujudnya kemanusiaan ideal yang kita harapkan bersama.

Tantangan bagi kita adalah sekarang adalah untuk bisa menggambarkan kemanusiaan ideal (menurut gambar Allah bagi orang Kristen) yang mampu menjawab tantangan zaman saat ini, menebus dan membebaskan manusia dari rezim represif dan dosa yang menggerogoti kehidupan kita bersama. Tantangan kita adalah menggambar visi kemanusiaan secara imajinatif, estetis, dan eskatologis, sehingga menawan hati dan hasrat banyak orang.

Mari kita menggambar. Mari kita belajar saling mendengar dan menyatakan ‘gambaran’ kita yang terdalam dan terjujur. Mari kita membicarakannya di dalam komitmen kepada Sang Kebenaran dan Hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s