1 korintus 13 terjemahan pendidikan

“Sekalipun anak-anak kita dapat berkata-kata dengan bahasa Inggris, Mandarin, Indonesia, Korea dan bahkan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika mereka tidak mempunyai kasih, kita sama dengan drum yang menderu dan simbalnya yang berisik.

Sekalipun anak-anak kita genius dalam segala hal, mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; sekalipun anak-anak kita dapat nilai sempurna dalam setiap ulangan di setiap subjek pelajaran dan memenangkan berbagai kompetisi internasional; sekalipun anak-anak kita dapat membuat teknologi tercanggih yang diakui seluruh dunia dan dapat noble prize, tetapi jika mereka tidak mempunyai kasih, mereka sama sekali tidak berguna.

Sekalipun anak-anak kita memiliki iman yang sempurna untuk mengubah dunia (bukan hanya memindahkan gunung!); sekalipun anak-anak kita membagi-bagikan ilmu, uang dan segala sesuatu yang ada pada mereka , bahkan menyerahkan tubuh mereka untuk dibakar, tetapi jika mereka tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagi mereka.

Kasih itu sabar, kasih itu murah hati; ia tidak iri terhadap yang lain karena dapat nilai lebih tinggi atau merasa aman karena yang lain dapat nilai lebih rendah. Ia tidak memegahkan diri atau sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan. Ia tidak mencari pengetahuan demi keuntungan diri sendiri –penghargaan, kekayaan materi, kuasa.

Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan yang terjadi dimana-mana, tetapi karena kebenaran.

Ia selalu melindungi, percaya, berpengharapan di dalam Kristus di tengah-tengah kepungan praktik pendidikan (internasional) yang secara praktis hendak menjadikan segala bangsa murid Mammon dan menjadi anak-anak kita makhluk egois, dan tidak berguna. Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu demi menebus pendidikan yang sejati.

Kasih tidak berkesudahan, pendidikan akan berakhir, dan pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap, dan pendidikan kita tidaklah sempurna. Akan tetapi Jika yang lengkap, yang sempurna itu tiba, maka yang tidak lengkap itu akan lewat. Hal ini seperti ketika kita kanak-kanak, kita berkata-kata seperti kanak-kanak, kita merasa seperti kanak-kanak, kita berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah kita menjadi dewasa, kita meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

Sekarang kita melihat Kerajaan Allah secara samar-samar, tetapi nanti kita akan melihatnya muka dengan muka. Sekarang kita tahu tentangNya secara tidak sempurna, tetapi nanti kita akan mengenal dengan sempurna, seperti kita sendiri dikenal.

Demikian nanti akan tinggal tiga hal, bukan pengetahuan atau kegeniusan, melainkan iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s